Gardapelitanews.site | Ngawi – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bulan Mei 2026 di lingkungan Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, telah dilaksanakan pada hari ini, Kamis (7/5/2026). Kegiatan berlangsung mulai pagi pukul 08.30 WIB hingga siang hari bertempat di Kantor Kecamatan Widodaren. Secara keseluruhan, total penerima manfaat atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata dan mendapatkan haknya dari 12 desa yang ada di wilayah ini mencapai 157 orang.
Dalam mekanisme pembagiannya, diketahui terdapat 11 desa yang melakukan proses pengambilan dana secara bersama-sama bertempat di Kantor Kecamatan Widodaren. Sementara itu, berbeda dengan desa lainnya, khusus untuk Desa Banyu Biru, penyaluran dilakukan terpisah dan dilaksanakan langsung di kantor desa setempat sesuai dengan data yang telah ditetapkan.
Salah satu desa yang mengikuti proses penyaluran di kantor kecamatan adalah Desa Kedunggudel. Berdasarkan data penetapan yang diterima, tercatat warga Desa Kedunggudel yang mendapatkan hak manfaat dalam periode ini sebanyak 5 orang. Jumlah tersebut merupakan kuota yang telah ditetapkan berdasarkan verifikasi dan data yang berlaku, sesuai dengan mekanisme yang berlaku dari tingkat atas.
Program BLT ini sendiri merupakan strategi pemerintah dalam upaya melindungi daya beli masyarakat, mengurangi beban pengeluaran warga kurang mampu, serta sebagai bentuk perhatian negara terhadap kesejahteraan rakyatnya yang dampaknya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak menerimanya.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Desa Kedunggudel, Mas'udi, menyampaikan bahwa pihak desa telah berupaya maksimal dalam mengusulkan dan mendata warga yang membutuhkan. "Alhamdulillah, hari ini kegiatan penyaluran berjalan lancar dan warga kami yang terdata sudah bisa menerima bantuan tersebut. Meskipun kuota yang diterima oleh desa kami dalam periode ini terhitung hanya 5 orang sesuai penetapan, namun kami berharap apa yang diterima ini dapat bermanfaat dan digunakan sebaik mungkin oleh keluarga yang bersangkutan," ujarnya.
Lebih lanjut Mas'udi berharap, "Semoga ke depannya program ini bisa terus berlanjut dan kiranya kuota atau jatah untuk desa kami bisa ditinjau kembali atau ditingkatkan. Kami berharap adanya keadilan dan pemerataan yang lebih baik, mengingat masih banyak warga kami yang sebenarnya juga membutuhkan perhatian ini," pungkasnya.(ARIS.B)


