Bogor | Gardapelitanews.site - Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin dan Parung Panjang (AMCRP) menyebut masih ada sisa dana kompensasi dua bulan yang belum dibayarkan kepada warga terdampak penutupan tambang.
Koordinator AMCRP, Asep Fadlan, mengatakan masyarakat sejauh ini baru menerima bantuan satu bulan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga. Padahal, sebelumnya dijanjikan total Rp9 juta untuk tiga bulan.
Jumlah penerima kompensasi sendiri mencapai 18.231 kepala keluarga. Jika masing-masing masih memiliki hak Rp6 juta untuk dua bulan tersisa, maka Pemprov Jawa Barat disebut harus menyiapkan anggaran sekitar Rp109,3 miliar.
Persoalan ini langsung menjadi sorotan karena sebelumnya Dedi Mulyadi menutup aktivitas tambang di Cigudeg, Rumpin dan Parung Panjang demi mengurangi dampak kerusakan jalan, polusi dan kecelakaan akibat truk tambang.
Kini publik menunggu apakah janji kompensasi itu benar-benar akan dituntaskan atau justru memicu gelombang protes baru dari warga terdampak.(brtaFkt)


