Bogor | Gardapelitanews.site - Di balik kemeriahan rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Pemerintah Kabupaten Bogor sesungguhnya sedang mengirimkan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar menyelenggarakan pameran produk lokal. Melalui Gebyar UMKM yang berlangsung pada 29 Juni–1 Juli 2026 di Cibinong City Mall, pemerintah daerah menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diposisikan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor di tengah tantangan ekonomi nasional dan global.
Pilihan tersebut bukan tanpa dasar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, terdapat hampir satu juta unit UMKM yang tersebar di berbagai sektor usaha di Kabupaten Bogor. Sektor ini menyumbang lebih dari 64 persen perputaran ekonomi lokal serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, menjadikannya penyangga utama aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus instrumen penting dalam menjaga daya beli dan pemerataan pendapatan.
Secara nasional, arah kebijakan tersebut juga sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi Indonesia. UMKM mendominasi lebih dari 99 persen struktur pelaku usaha nasional, berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta menjadi penyerap lebih dari 95 persen tenaga kerja. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perlambatan perdagangan internasional, hingga perubahan rantai pasok dunia, banyak pemerintah daerah mulai memperkuat ekonomi domestik melalui sektor yang paling resilien, yakni UMKM. Kabupaten Bogor tampaknya memilih berada dalam arus kebijakan tersebut, tetapi dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, yakni membangun ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.
Karena itu, Gebyar UMKM HJB ke-544 tidak sekadar menjadi agenda promosi tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, memperluas jejaring bisnis, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar modern.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menegaskan bahwa penyelenggaraan Gebyar UMKM merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis usaha lokal.
“Gebyar UMKM menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan Hari Jadi Bogor ke-544. Kegiatan ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Di balik penyelenggaraan acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan tiga strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan UMKM. Pertama, memperkuat pembinaan melalui perangkat daerah terkait. Kedua, meningkatkan dukungan anggaran bersama DPRD dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Ketiga, memperluas kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan kapasitas usaha.
Strategi tersebut menjadi semakin relevan mengingat tantangan UMKM saat ini tidak lagi hanya soal memproduksi barang, tetapi juga memenuhi standar pasar yang semakin kompetitif. Meski jumlah UMKM di Kabupaten Bogor diperkirakan mendekati satu juta unit, data pemerintah menunjukkan baru sekitar 32 ribu pelaku usaha yang memiliki legalitas usaha lengkap seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun perizinan pendukung lainnya. Artinya, masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kelembagaan UMKM agar lebih mudah mengakses pembiayaan, kemitraan, maupun pasar yang lebih luas.
Strategi tersebut menjadi semakin relevan mengingat tantangan UMKM saat ini tidak lagi hanya soal memproduksi barang, tetapi juga memenuhi standar pasar yang semakin kompetitif. Meski jumlah UMKM di Kabupaten Bogor diperkirakan mendekati satu juta unit, data pemerintah menunjukkan baru sekitar 32 ribu pelaku usaha yang memiliki legalitas usaha lengkap seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun perizinan pendukung lainnya. Artinya, masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kelembagaan UMKM agar lebih mudah mengakses pembiayaan, kemitraan, maupun pasar yang lebih luas.
Karena itu, pemerintah daerah menempatkan sertifikasi halal, peningkatan mutu produk, inovasi desain kemasan, serta akses pembiayaan sebagai prioritas pembinaan. Melalui fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, hingga lembaga keuangan lainnya, pelaku usaha diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas skala usahanya.
Transformasi juga dilakukan pada sisi pemasaran. Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong produk-produk unggulan UMKM masuk ke jaringan ritel modern melalui proses kurasi bersama berbagai mitra usaha. Produk yang memenuhi standar kualitas, legalitas, keamanan pangan, dan kemasan kini mulai dipasarkan di jaringan ritel nasional, termasuk melalui etalase khusus UMKM di sejumlah gerai modern. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembinaan UMKM tidak lagi berhenti pada pelatihan, melainkan diarahkan untuk membangun akses pasar yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, menjelaskan bahwa sebanyak 43 UMKM terpilih dilibatkan dalam Gebyar UMKM HJB ke-544 sebagai bagian dari upaya memperluas promosi sekaligus meningkatkan peluang transaksi. Sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, setiap kegiatan pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi pelaku usaha lokal.Referensi Geografis
Meski jumlah peserta pameran hanya puluhan, kegiatan tersebut merepresentasikan ribuan bahkan ratusan ribu pelaku UMKM lain yang sedang dipersiapkan untuk naik kelas. Keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak lagi hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk atau pembangunan infrastruktur yang terlihat secara fisik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan pelaku usaha yang semakin produktif, legal, berdaya saing, serta mampu membuka lapangan kerja baru.
Dalam perspektif itulah, Gebyar UMKM HJB ke-544 menjadi lebih dari sekadar agenda penutup Hari Jadi Bogor. Ia menjadi simbol perubahan orientasi pembangunan Kabupaten Bogor—dari pembangunan yang berpusat pada proyek fisik menuju pembangunan yang bertumpu pada penguatan kapasitas manusia, kewirausahaan, dan ekonomi kerakyatan. Ketika banyak daerah berlomba menarik investasi besar dari luar, Kabupaten Bogor memilih memperkuat mesin ekonominya dari dalam. Sebab, ekonomi yang paling tangguh bukanlah ekonomi yang hanya bertumbuh, melainkan ekonomi yang tumbuh bersama masyarakatnya. ( Jamuir Tanjung)


