Gardapelitanews|| Cirebon- Proyek pembangunan jalan dan drainase di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan tajam. Warga RW 05 Blok Babadan mengeluhkan pemasangan uditch yang diduga lebih tinggi dari jalan rambat beton, sehingga dikhawatirkan air hujan tidak akan masuk ke saluran drainase.
Proyek bernilai Rp 397.205.820 yang dikerjakan oleh CV Nasya Mas dengan sumber dana APBD 2025, disebut warga tidak sesuai kondisi lapangan dan dianggap berpotensi memicu genangan bahkan banjir lokal saat musim hujan tiba.
Ini jelas membuat warga kecewa. Kalau uditch dipasang lebih tinggi dari jalan, air mau lewat mana? Tentu tidak masuk ke saluran. Malah jadi masalah baru,” ujar salah satu warga RW 05 dengan nada tegas selasa (18/11/25).
DPKPP Diminta Tidak Tutup Mata.
Warga meminta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (DPKPP) Kabupaten Cirebon untuk tidak tinggal diam. Mereka berharap dinas segera turun ke lapangan, meninjau ulang pekerjaan, dan memberi tindakan jika ditemukan ketidaksesuaian.
DPKPP jangan tutup mata. Ini proyek pakai uang rakyat. Kalau tidak sesuai, harus ditegur dan diperbaiki,” tegas warga lain yang ikut menyampaikan keluhan.
Keluhan warga juga telah disampaikan dalam bentuk surat resmi yang ditandatangani ketua RW dan para ketua RT.
Ketua Lembaga Paraci, Fuad, ikut angkat bicara keras atas temuan warga. Ia menilai pekerjaan ini perlu pengawasan ketat agar tidak merugikan masyarakat.
Kami bicara lantang bukan untuk cari konflik, tapi untuk memastikan pembangunan tepat fungsi. Jangan biarkan pekerjaan asal jadi. Kalau seperti ini dibiarkan, siapa yang rugi? Masyarakat,” ujar Fuad dengan suara tinggi.
Ia menegaskan bahwa Paraci akan terus mengawal proyek-proyek publik demi keterbukaan dan kualitas pembangunan di desa.
Warga Desak Perbaikan Segera
Warga RW 05 berharap pihak pelaksana segera memperbaiki elevasi uditch, karena jika dibiarkan, fungsi drainase akan gagal total.
Mereka juga meminta agar setiap pekerjaan infrastruktur melibatkan warga dalam pengawasan, agar berbagai kekeliruan dapat terdeteksi lebih awal.
Kami bukan menolak pembangunan. Yang kami minta hanya satu: kerjakan dengan benar,” pungkas warga. (Agung)


