Gardapelitanews|| Cirebon— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan anak sekolah kembali memicu guncangan besar di Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, pada selasa (4/11/25) Sebanyak 20 siswa SDN 2 Setu Wetan diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG Desa Setu Kulon dengan ID SPPG: QQDPT640.
" Seluruh korban terpaksa dilarikan ke Puskesmas Plered untuk mendapatkan penanganan medis".
Foto yang beredar menunjukkan kondisi darurat, di mana anak-anak berseragam merah putih terbaring lemas di tempat perawatan. Situasi ini menimbulkan kepanikan orang tua dan kegelisahan warga sekitar, yang mempertanyakan kualitas pengawasan terhadap program makan gratis tersebut.
Kami sebagai wali murid sangat kecewa dengan adanya program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah kami yang mana anak-anak kami mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari MBG yang di kelolah oleh SPPG bertempat di Desa Setu Kulon, ungkap Hendra.
Harapan kami sebagai Wali Murid: "setelah adanya kejadian keracunan makanan dari MBG, pengelolaan masakan harus lebih steril lagi jangan sampai kejadian tersebut terulang kembali, imbuh Hendra.
Dilain tempat kami dari awak media meminta tanggapan dari Ketua PARACI Fuad Mendesis Keras: “Ini Kegagalan Fatal, Jangan Ada yang Coba Tutup-Tutupi!”
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Paguyuban Rakyat Cirebon (PARACI), Fuad, bereaksi keras dan tanpa kompromi.
Ini sudah masuk kategori kelalaian fatal! Anak-anak menjadi korban dari program yang seharusnya menyehatkan, bukan mencelakakan,” tegasnya.
Fuad mengkritik keras lemahnya pemeriksaan kualitas makanan MBG dan menduga adanya rantai pengawasan yang longgar, mulai dari penyedia bahan makanan hingga proses distribusi ke sekolah.
Jika benar ada unsur ketidakhigienisan ataupun penyimpangan dalam pengadaan makanan, maka ini harus diproses secara hukum. PARACI tidak akan diam,” lanjutnya dengan nada tinggi.
Warga Geram, Orang Tua Menuntut Transparansi, orang tua siswa berbondong-bondong ke Puskesmas Plered setelah mengetahui anak mereka mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing. Sejumlah warga mempertanyakan:
Siapa penyedia makanan MBG di SDN 2 Setu Wetan?
Bagaimana kualitas bahan yang dipakai?
Apakah ada pemeriksaan kesehatan sebelum makanan dibagikan?
Ketidakjelasan ini menambah kecurigaan publik terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Weru.
PARACI Mendesak Audit Total Pelaksana MBG di Kabupaten Cirebon
Fuad bersama PARACI menuntut pemerintah daerah melakukan:
Audit kualitas makanan MBG
Pemeriksaan penyedia katering / dapur penyedia
Evaluasi menyeluruh pelaksana program
Penindakan tegas jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran
Anak-anak bukan bahan uji coba. Kelalaian seperti ini harus dihentikan, sebelum memakan korban lebih banyak,” tegas Fuad.
Menunggu Gerak Cepat Pemerintah Daerah. Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan instansi kesehatan masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Namun masyarakat menuntut jawaban cepat dan tindakan nyata agar tragedi serupa tidak terulang. (Agung)


