• Jelajahi

    Copyright © GARDA PELITA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RunningTeks

    LogoInti

    Perusahaan Maju Sari Kurma Tak Berikan Hak Jawab, Terkait Tunjangan Hari Raya Karyawan Dipotong

    Admin GPN
    Rabu, 25.3.26 WIB Last Updated 2026-03-25T13:17:57Z


    Bogor | Gardapelitanews.site -  Melanjutkan pemberitaan Perusahaan Maju Sari Kurma yang berlebel Mitra Ihsan Sejahtera beralamat di jln. Sindang barang jero no 5 Rt 002/009 kel. Sindang barang kec. Bogor, bogor barat kode pos 16117,


    ketika awak media Gardapelitanews kembali konfirmasi Direktur bagian keuangan  Adi wahyu.melalui pesan whatsap pihak Manajemen perusahaan Maju Sari kurma tanggal 25 Maret 2026 terkait pembayaran tunjangan hari raya ( THR) yang di bayar 800.000( delapan ratus Ribu rupiah) sampai detik ini pihak pengelolah atau Manajemen Madu Sari Kurma tidak memberikan hak jawaban pada pihak media. 


    Selanjutkan awak media konfirmasi  kembali pada pihak karyawan yang tidak ingin di sebut namanya dia pun mengatakan",  pada hal saya sudah berkerja sudah cukup lumayan lama di perusahaan Maju Sari Kurma harusnya mendapatkan perhatian lebih dari pihak perusahaan, sudah kami tidak ada BPJS Kesehatan dan tunjangan hari raya kami pun di potong, entah di potong tidak ada detail penjelasannya kami pun yang harus nya mendapatkan tunjangan hari raya full satu bulan gaji sebesar Rp

    3.575.786,, kami malah mendapatka  delapan ratus ribu rupiah, pertanyaan kami sisanya kemana??, kalau seandainya di cicil kan gak mungkin sedangkan kami pada hari raya sangat membutuhkan,  tau sendiri bulan Ramadhan dan menjelang idul fitri pengeluaran kami doble, harusnya anak anak kami bisa beli untuk baju lebaran, jadi tidak kebeli, lagimana cukup jaman sekarang biaya hidup serba mahal, " Ungkap karyawan pada media gardapelitanews


    Sambungnya dia, coba bayangkan ini kalkulasi dari pihak perusahaan Maju Sari Kurma, kami hanya menerima delapan ratus ribu rupiah" Katanya ada potong  25 %  +  potongan Rp. 893.947 + penghasilan setelah potongan  25% + Rp. 2.681.840., THR yang dibayarkan  30%, + Pembulatan Rp.805.000, sisa yang belum dibayarkan Rp 1.876.840 , jujur kami kurang paham dengan kalkulasi slip gaji dari perusahaan Madu Sari kurma itu", ujar dia. 


    Sudah jelas dalam Aturanya bagi

    Perusahaan yang tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh (tidak full/dicicil/kurang) atau terlambat membayar dapat dikenakan sanksi denda 5% dari total THR yang harus dibayar. Selain denda, perusahaan wajib membayar sisa THR, dan terancam sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, hingga pembekuan izin usaha. 


    Sebagai berikut Sanksi Perusahaan Tidak Membayar THR Full/ 

    Denda 5%: Berdasarkan 

    Permenaker No. 6 Tahun 2016, pengusaha yang terlambat atau tidak membayar THR sesuai ketentuan (H-7) dikenakan denda 5% dari total THR yang harus dibayarkan, yang dikelola untuk kesejahteraan pekerja.


    *.Tetap Wajib Bayar: Pengenaan denda tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR secara penuh.


    *.Sanksi Administratif: Sesuai PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, sanksi meliputi:

    Teguran tertulis.


    *.Pembatasan kegiatan usaha.

    Penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi.

    Pembekuan kegiatan usaha.


    *.Posko Pengaduan: Pekerja dapat melaporkan perusahaan yang tidak membayar THR penuh melalui posko pengaduan Kemnaker atau Dinas Tenaga Kerja setempat. 


    Dan pengusaha wajib membayar THR paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. 


    Kepada Dinas Tenaga kerja dan dinas terkait agar bisa sidak perusahaan Madu Sari Kurma yang tidak mengindahkan peraturan yang sudah di tentukan hingga  pemotongan hak karyawan  pada tunjungan hari raya 


    Sampai berita ini tayang pihak Manajemen perusahaan Maju Sari Kurma tidak memberikan hak jawab ( Red) 


    Terkini

    HUKUM

    +