Gardapelitanews.site | Bogor - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menuai keluhan dari para orang tua siswa.
Beberapa wali murid SDN Lemahduhur mengaku kecewa dengan menu makanan yang disajikan kepada anak-anak mereka. Mereka menilai hidangan yang diberikan jauh dari harapan sebagai menu bergizi untuk siswa sekolah dasar.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, sebut saja S.R., mengeluhkan menu yang terdiri dari lima item makanan, di antaranya pisang yang masih mentah, kentang rebus, kedelai rebus, dan kol mentah. Menurutnya, sajian tersebut tidak mencerminkan standar makanan bergizi yang layak untuk anak-anak.
"Menu seperti ini sudah beberapa kali diberikan. Kami menilai makanan yang disajikan tidak sesuai dengan standar gizi yang seharusnya diterapkan bagi anak sekolah," ujarnya.
Para orang tua mengaku sangat kecewa, namun mereka juga merasa kebingungan mengenai ke mana harus menyampaikan pengaduan secara resmi. Mereka berharap pemerintah dan instansi yang membawahi program SPPG dapat menyediakan saluran pengaduan nasional yang mudah diakses oleh para penerima manfaat.
Selain itu, mereka meminta adanya pengawasan yang lebih ketat serta penerapan sanksi terhadap pihak SPPG yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan. Menurut mereka, seluruh operasional SPPG menggunakan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
Para wali murid berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar gizi. Mereka juga meminta pemerintah memastikan program MBG tidak disalahgunakan dan tidak menjadi celah terjadinya praktik korupsi yang merugikan masyarakat.


