Gardapelitanews.site || Kabupaten Cirebon – Tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain mengganggu pemandangan, sampah yang sudah menumpuk selama berminggu-minggu tersebut mengeluarkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada hari rabu tanggal 24 Juni 2026, tumpukan sampah terlihat memenuhi area penampungan sementara hingga meluber ke bahu jalan. Bahkan di beberapa lokasi, sampah rumah tangga bercampur dengan limbah lainnya hingga membentuk gunungan sampah yang cukup tinggi.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dan hanya disebut dengan inisial D mengaku masyarakat sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut.
"Tumpukan sampah sudah berminggu-minggu tidak diangkut. Warga sekitar resah karena bau menyengat yang ditimbulkan. Bahkan warga sempat mendatangi balai desa untuk mempertanyakan kenapa sampah tidak kunjung diangkut," ujar D kepada wartawan.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan apabila tidak segera ditangani oleh pihak terkait.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, hingga saat ini persoalan tempat pembuangan akhir (TPA) masih menjadi kendala utama. Lokasi pembuangan yang sebelumnya digunakan masih menghadapi permasalahan dan belum mencapai kesepakatan dengan warga sekitar.
Akibat belum adanya solusi permanen terkait lokasi pembuangan akhir sampah, proses pengangkutan dan pengelolaan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon menjadi terhambat. Dampaknya, sampah terus menumpuk di berbagai desa dan bahkan mulai terlihat di sejumlah ruas jalan umum.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat. Jika tidak segera ditangani dengan langkah konkret dan kebijakan yang tepat, persoalan sampah dikhawatirkan akan semakin meluas dan mencoreng wajah Kabupaten Cirebon.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah, termasuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang terkait lokasi pembuangan akhir. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya kepastian jadwal pengangkutan sampah agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Pengelolaan sampah yang efektif dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat volume sampah yang terus meningkat setiap harinya. Tanpa penanganan yang serius, tumpukan sampah yang kini terlihat di sejumlah titik bukan hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, pencemaran lingkungan, serta menurunkan citra Kabupaten Cirebon di mata masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.(Agung)


