Grdapelitanews.site II Ngawi -Upaya tim liputan menelusuri pembangunan proyek HIPA di Baderan kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi yang bersumber anggaran Pemerintah Provinsi menemui kendala keterbukaan informasi. Meski Ketua HIPPA dapat dijumpai, pihaknya menyatakan seluruh urusan administrasi dan keuangan sepenuhnya dipegang oleh bendahara. Namun saat diarahkan untuk berkomunikasi, bendahara tidak bersedia ditemui dan menghindar saat dimintai keterangan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat sarana ini dibangun menggunakan dana publik yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan mudah diakses informasinya. Warga berharap fasilitas ini segera berfungsi maksimal untuk memenuhi kebutuhan jaringan irigasi , sekaligus meminta kejelasan terkait pengelolaan anggaran yang telah digelontorkan.
Sebagai perpanjangan tangan hak masyarakat untuk tahu, media berupaya mengonfirmasi secara berimbang kepada seluruh pihak yang bertanggung jawab. Sikap tidak bersedia memberikan penjelasan justru memunculkan kecurigaan baru, padahal keterbukaan adalah bagian dari amanah yang harus dijalankan oleh setiap pengelola amanah negara.
Kami berharap ke depannya pengurus maupun bendahara bersedia meluangkan waktu untuk menjelaskan secara terbuka. Menghargai kehadiran media berarti menghargai hak masyarakat yang telah mempercayai amanah ini dikelola dengan baik, jujur, dan transparan. Kami tetap membuka ruang konfirmasi kapan saja bagi pihak pengelola untuk melengkapi informasi yang belum terungkap.(ARIS.B)


