• Jelajahi

    Copyright © GARDA PELITA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RunningTeks

    LogoInti

    LPG 3 Kg Langka di Pangkalan, Disdag OKI Sebut Distribusi Lancar

    Admin GPN
    Jumat, 24.7.26 WIB Last Updated 2026-07-24T13:33:58Z


    Gardapelitanews.site | Oki - Keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG subsidi 3 kilogram di berbagai wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan Dinas Perdagangan (Disdag) OKI.


    Di saat warga mengaku harus berkeliling mencari tabung gas melon, bahkan terpaksa membeli dari pengecer dengan harga lebih tinggi, Dinas Perdagangan justru menyatakan tidak menemukan adanya persoalan kelangkaan maupun penyimpangan distribusi.


    "Kami sudah melakukan inspeksi tabung gas 3 kg di pangkalan dan pengecer. Hasil di lapangan, pangkalan gas tidak ada permasalahan, baik pendistribusian sesuai dengan kuota maupun penyaluran ke pengecer," kata Kabid Dinas Perdagangan OKI Juairiani saat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp, Kamis (23/07/2026).


    Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan Manajer SPPBE PT Sarana Agung Gas M Fathoni yang menegaskan pasokan LPG subsidi dari Pertamina tidak mengalami pengurangan.


    Menurutnya, SPPBE tetap menerima pasokan sekitar 50 ton LPG dan mendistribusikannya menjadi sekitar 16.800 tabung per hari ke jaringan pangkalan yang dilayani.


    "Pasokan dari Pertamina tidak ada pengurangan," ujarnya.


    Meski demikian, kondisi di lapangan masih memunculkan tanda tanya. Warga di sejumlah wilayah mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram di pangkalan. Tidak sedikit yang harus mencari ke beberapa tempat atau membeli di pengecer dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).


    Perbedaan antara keluhan masyarakat dan hasil inspeksi pemerintah memunculkan pertanyaan: jika pasokan disebut normal dan distribusi dinyatakan tidak bermasalah, mengapa masyarakat masih kesulitan mendapatkan LPG subsidi?


    Salah satu pemilik pangkalan di Kayuagung tak mau di sebut namanya mengatakan pasokan gas sekarang memang ada pengurangan yang semestinya masuk satu mobil, kenyataanya dikirim setengah dan biasanya satu bulan dikirim 4 kali dan sekarang 2 kali," ujarnya.


    Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah, serta seluruh mata rantai distribusi untuk memastikan LPG subsidi benar-benar tersedia bagi masyarakat yang berhak, bukan hanya tercatat tersalur di atas kertas, tetapi juga mudah diakses oleh warga di lapangan.(andi)

    Terkini

    HUKUM

    +