• Jelajahi

    Copyright © GARDA PELITA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RunningTeks

    LogoInti

    Beralih ke Pertanian Berkelanjutan Desa Karangsono Gelar Pelatihan Teknologi Tepat Guna, Olah Pupuk Organik Ramah Lingkungan

    Admin GPN
    Rabu, 19.8.26 WIB Last Updated 2026-08-19T08:35:26Z


    PGardapelitanews.site II Ngawi — Pemerintah Desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terus berupaya memberdayakan masyarakat melalui kemajuan teknologi pertanian yang ramah lingkungan. Pada bulan Juli kemarin, melalui alokasi Dana Desa sebesar RP.10.000.000,- digelar pelatihan pemberdayaan masyarakat berupa pembuatan pupuk organik dan zat pengatur tumbuh tanaman yang diproduksi secara mandiri, guna mendukung kemandirian petani dan kelestarian lingkungan.

     

    Kegiatan yang diprakarsai langsung oleh Kepala Desa Karangsono, Kafit Daironi, S.T., M.M., ini menghadirkan narasumber yang kompeten dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kwadungan serta PPL Kecamatan Kwadungan sebagai penyuluh lapangan yang mendampingi seluruh proses pelatihan secara langsung. Adapun materi utama yang diajarkan meliputi pembuatan Zat Pengatur Tumbuh, MOL Akar, PGPR, serta Asam Amino yang semuanya digabungkan menjadi satu paket pupuk organik lengkap yang murah, efektif, dan tidak merusak tanah.

     

    Dalam pelatihan tersebut dijelaskan bahwa Zat Pengatur Tumbuh merupakan zat alami yang berfungsi mengatur pertumbuhan tanaman mulai dari mempercepat tumbuhnya akar, batang, hingga bunga dan buah, sedangkan MOL Akar adalah mikroorganisme lokal yang diambil dari perakaran tanaman sehat untuk menjaga akar tetap sehat dan tidak mudah diserang penyakit. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada PGPR yaitu kelompok bakteri menguntungkan yang hidup di sekitar perakaran tanaman untuk membantu penyerapan hara secara lebih cepat sehingga tanaman tumbuh lebih subur dan kuat, serta Asam Amino yang berperan sebagai sumber protein alami bagi tanaman guna memperkuat jaringan tanaman, mempercepat pemulihan saat kondisi stres, dan meningkatkan kualitas hasil panen.

     

    Kepala Desa Karangsono, Kafit Daironi, S.T., M.M., menyampaikan misi besar diadakan pelatihan ini. "Misi utama kami adalah mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di Desa Karangsono. Dengan mampu membuat pupuk sendiri, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia yang harganya terus naik. Selain lebih hemat biaya, pupuk organik ini juga menjaga kesuburan tanah tetap terjaga dan ramah lingkungan untuk jangka panjang. Harapannya, ilmu ini bisa terus disebarkan antarwarga, sehingga seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya," ungkap beliau.

     

    Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan pola bertani di Desa Karangsono dari yang tadinya banyak menggunakan bahan kimia, beralih ke teknologi tepat guna yang berbasis alam, murah, dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari BPP dan PPL Kecamatan Kwadungan menjadi jaminan tersampaikannya ilmu pertanian yang tepat guna, sehingga pelatihan ini tidak hanya berhenti di teori, tetapi benar-benar dapat dipraktikkan langsung oleh para petani. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Dana Desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pemberdayaan masyarakat yang nyata dan bermanfaat langsung bagi warga.(ARIS. B)

    Terkini

    HUKUM

    +