Gardapelitanews .site II Ngawi — Pemerintah Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terus menunjukkan inovasi luar biasa dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Berbekal semangat gotong royong dan kepedulian yang mendalam, desa ini telah menghidupkan program unggulan yang digelar setiap hari Jumat dengan tema yang sangat mengena, yaitu "Dahsyatnya Jumat Berkah" sebuah gerakan besar yang meliputi dua pilar utama: pertama Dapur Sehat untuk penanganan gizi balita dan warga secara umum, dan kedua Asik Joget singkatan dari Anak Sehat, Ibu Hamil Gizi Sehat yang difokuskan khusus untuk ibu hamil berisiko kurang gizi. Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Purwosari, Suyono, program ini telah berjalan rutin selama 5 tahun dan menjadi bukti nyata bahwa solusi kesehatan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Program ini berjalan di atas dua pilar utama yang saling melengkapi. Yang pertama adalah Dapur Sehat, yang menjadi pusat pengolahan dan pendistribusian makanan bergizi, sementara yang kedua bernama Asik Joget singkatan dari Anak Sehat, Ibu Hamil Gizi Sehat, yang difokuskan pada pemenuhan gizi ibu hamil berisiko kurang gizi melalui pendirian Pojok Gizi Sehat. Kedua inovasi ini lahir dari keprihatinan sekaligus semangat warga untuk memutus mata rantai stunting sejak dini, karena menyadari bahwa gizi yang baik adalah fondasi masa depan generasi yang kuat.
Yang membuat program ini istimewa adalah pemanfaatan lahan yang sederhana namun maksimal. Lahan pekarangan di belakang Kantor Desa Purwosari tidak dibiarkan kosong, melainkan diubah menjadi kebun produktif yang ditanami beragam sayuran dan dilengkapi dengan kolam budidaya ikan lele. Semua hasil panen dari lahan tersebut , mulai dari sayuran segar hingga ikan lele langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan program, sehingga biaya operasional menjadi sangat efisien dan mandiri, tidak terlalu bergantung pada anggaran luar.
Setiap hari Jumat, kader kesehatan bersama warga secara swadaya menyiapkan 50 paket pemberian makanan tambahan (PMT) yang dibagikan kepada balita yang mengalami stunting, ibu hamil, lansia, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Setiap paket berisi sayuran segar hasil kebun belakang Balai Desa, ikan lele dari kolam desa, dan tempe yang merupakan partisipasi tulus dari para pengusaha tempe di Desa Purwosari. Kegiatan ini bukan sekadar memberi makan, melainkan upaya nyata memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapat asupan gizi yang lengkap, bergizi, dan higienis setiap minggunya.
Kepala Desa Purwosari, Suyono, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun kemandirian pangan sekaligus mencegah stunting sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan anak. "Dapur Sehat dan Pojok Gizi Sehat ini bermaksud agar warga sadar bahwa gizi yang baik tidak harus mahal ,bisa kita tanam sendiri, kita olah sendiri, dan kita bagikan sendiri. Dengan Asik Joget, kami ingin memastikan ibu hamil dan balita mendapat perhatian khusus, karena di sanalah fondasi tubuh anak dibentuk," ungkap Suyono.
Secara programatik, kegiatan ini sangat selaras dengan prioritas pemerintah pusat maupun daerah dalam penurunan angka stunting. Melalui pemanfaatan pekarangan, diversifikasi pangan lokal, dan keterlibatan aktif kader serta warga, Desa Purwosari telah menjalankan prinsip "Pangan Beragam, Bergizi, Berimbang, dan Aman" sebagaimana dianjurkan dalam program Percepatan Penurunan Stunting. Inilah yang menjadikan program ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari upaya nyata mendukung kebijakan pemerintah dari tingkat desa.
Reaksi warga pun sangat positif dan antusias. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima manfaat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Para petani, pengusaha tempe, kader kesehatan, dan ibu-ibu secara sukarela terlibat mulai dari menanam, merawat, hingga menyiapkan paket makanan. Rasa memiliki bersama tumbuh kuat karena setiap orang merasa ikut andil dalam menjaga kesehatan sesama warga desa, sehingga program ini tetap berjalan konsisten selama 5 tahun tanpa henti.
Ke depannya, program "Dahsyatnya Jumat Berkah" ini diharapkan semakin berkembang dan menjadi teladan bagi desa-desa lain. Kemandirian pangan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang terbangun di Desa Purwosari membuktikan bahwa desa yang maju bukan hanya soal pembangunan fisik semata, melainkan juga soal bagaimana warga saling menjaga kesejahteraan satu sama lain. Semoga inovasi ini terus berlanjut, semakin bermanfaat, dan menginspirasi banyak desa lain untuk bergerak bersama demi generasi yang lebih sehat dan cerdas.(ARIS.B)



