• Jelajahi

    Copyright © GARDA PELITA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RunningTeks

    LogoInti

    Tanpa ada Pengawasan Pembangunan Kelas Baru Bhakti Nugraha diduga Bebas Mengerjakan di Bawah Standar SNI

    Admin GPN
    Jumat, 14.8.26 WIB Last Updated 2026-08-14T06:26:39Z


    Gardapelitanews.site | Kab. Bogor - Melanjutkan pemberitaan sekolahan SMK Bhakti Nugraha Yang beralamat jln. Abdul patah pasar jumat Rt12/03 desa cibitung tengah kecamatan Tenjolaya, kab. Bogor, Jawa - Barat . 


    Pasalnya pembangunan kelas baru yang pada tanggal 10.08.2026 para pekerja tidak memakai alat pengaman / K3  seperti helm, rompi dan sepatu boot,  


    Awak media ketika konfirmasi kepada Hendra penanggung jawab lapangan mengatakan",  kalau untuk tanggung jawab sepenuhnya kepala sekolah, kalau kami hanya mengawasi, langsung saja ke ruangan guru, ucap Hendra kepada awak media. 


    Kami menanyakan kepada pihak guru yang ada di ruangan ternyata beliau pun berkata, bahwa kepala sekolah sudah pulang lebih awal. 


    Ketika berapa hari di konfirmasi tak  menjawab kepala sekolah  berkata", untuk terkait sefti pengamanan kerja / K3, Katanya gerah pa ,biasa di lembur tara ngaranggo 

    Izin dulu ya pa ,melanjutkan pengajian 🙏🙏🙏, " tutur kepala sekolah 



    Lanjutnya kepala sekolah dia menyampaikan tanggal 13.08.26 kami kedatangan tim barusan ada tim perencana, pengawas dan pak Toni cek progres bangunan. Secara keseluruhan sudah sesuai standar katanya. Nanti mereka juga report ke bunda.


    Sangat di sayangi Toni sebagai tim pengawas perencanaan datang tidak tepat waktu dan harus nya ketika pekerja tidak memakai sefti kerja / K3,  bisa menegur nya, jangan gedung  85℅ baru datang  melihat proyek pembangunan sekolahan. 


    Sementara tugas Tim Pengawas

    *Mengawasi mutu bahan, peralatan, dan metode kerja di lapangan.

    *Memastikan volume fisik pekerjaan sesuai dengan rincian kontrak.

    *Mengontrol ketepatan waktu penyelesaian proyek.

    *Memeriksa laporan harian, mingguan, dan hasil akhir pekerjaan.


    Dimana saat awak media berkunjung tim pengawas yang harus  mengawasi mutu bahan bangunan tidak ada, diduga mutu bahan peralatan, dibawah standar SNI 


    "Harus nya dengan mutu yang layak tim pengawas harus bisa  cek bahan , Untuk bangunan sekolah tidak berlantai (satu lantai), jenis besi yang layak dan utama digunakan adalah besi beton berstandar SNI dengan ukuran diameter minimal 10 mm atau 12 mm untuk tulangan utama (kolom dan balok sloof/ring balk) serta 8 mm untuk begel atau sengkang. 


    Pastikan material memiliki sertifikasi SNI resmi agar kuat menahan beban dinding dan atap.


    Jenis Besi dan Ukuran yang DianjurkanBesi Beton Polos (Ø 10 mm / 12 mm): Dipakai untuk tulangan utama pada kolom praktis dan balok pengikat bangunan.Besi Beton Polos (Ø 8 mm): 


    Digunakan untuk sengkang atau begel guna mengikat tulangan utama agar tidak bergeser.Standar Mutu (SNI): Wajib menggunakan besi berstandar nasional (seperti mutu U-24 atau U-40) demi keamanan struktur bangunan publik.


    Tips Memilih Besi yang AmanPeriksa Label SNI: Pastikan ada tanda atau logo SNI timbul pada batang besi.Ukur Diameter: Pastikan ukuran asli besi tidak "banci" atau kurang dari ukuran nominal yang dibeli.Kekuatan Lentur: Besi tidak mudah patah saat ditekuk dan memiliki tingkat kelenturan yang baik. 


    Diduga pengawas sekolah datang hanya sudah jadi bangunan dan bahan meterial diduga tidak memenuhi standar SNI. 


    Setelah awak media cek beberapa bahan bangunan diduga ada yang tidak sesuai standar SNI. 


    Dengan anggaran bantuan Revitalisasi SMK , dengan anggaran  964.693.000-,  Tahun Anggaran 2026, Gedung RPS, Toilet  dan Renovasi 


    Kami berharap kepada Kementerian  Pendidikan Dasar dan Menengah ( Rektorat SMK)  agar sidak dan mengecek bahan bahan yang diduga tidak memenuhi standar SNI. ( Red) 

    Terkini

    HUKUM

    +