Gardapelitanews| Estimasi pemasukan parkir di kawasan Masjid At-Ta’awun, yang beralamat di Jl. Raya Puncak–Gadog No.90, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali menuai sorotan publik. Sorotan ini menguat seiring momentum kehadiran KDM (Kepala Daerah Jawa Barat) di kawasan tersebut baru-baru ini, yang turut menyita perhatian masyarakat.
Berdasarkan hasil investigasi awak media, pengelolaan parkir di kawasan masjid diketahui berjalan dalam tiga shift setiap harinya, dengan estimasi pemasukan sekitar Rp900 ribu per shift. Dengan demikian, total pemasukan parkir diduga mencapai Rp2,7 juta per hari.
Jika dikalkulasikan secara bulanan, angka tersebut berpotensi menembus puluhan juta rupiah. Bahkan, dari penelusuran media, setoran bulanan dari pengelola parkir saja diduga mencapai sekitar Rp30 juta per bulan, belum termasuk pemasukan dari sumber lain seperti kotak kencleng dan kontribusi pihak usaha di sekitar kawasan masjid.
Namun, besarnya potensi pemasukan tersebut dinilai tidak sebanding dengan kondisi fisik dan penataan lingkungan masjid. Pantauan tim media di lapangan menunjukkan area taman kurang tertata dan terkesan kumuh, dengan sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik serta menimbulkan bau tidak sedap.
Kondisi bangunan masjid pun menjadi perhatian serius. Plafon di beberapa bagian tampak rusak, sementara cat dinding terlihat usang dan memudar, mencerminkan minimnya perawatan berkala. Sejumlah sudut kawasan dinilai kurang enak dipandang dan belum mencerminkan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, serta representatif—terlebih sebagai salah satu masjid ikonik di jalur wisata Puncak.
Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengelolaan dan alokasi dana pemasukan parkir serta dana umat lainnya. Terlebih, alasan penggunaan dana untuk gaji pengurus dinilai tidak relevan, mengingat berdasarkan informasi yang dihimpun media, gaji pengurus DKM telah dialokasikan dari Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kalau sehari bisa Rp2,7 juta dari parkir dan sebulan tembus Rp30 juta, seharusnya kebersihan dan perawatan lingkungan jauh lebih baik. Ini kan dana umat,” ujar salah seorang jamaah yang enggan disebutkan identitasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DKM maupun pengelola parkir belum memberikan keterangan resmi terkait transparansi pemasukan dan penggunaan dana tersebut. Media ini masih membuka ruang klarifikasi sebagai bagian dari asas keberimbangan dan profesionalitas jurnalistik.
Masyarakat berharap momentum sorotan publik, termasuk pasca kehadiran KDM, dapat mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan parkir, peningkatan transparansi keuangan, serta perbaikan fasilitas dan kebersihan lingkungan, agar Masjid At-Ta’awun benar-benar menjadi pusat ibadah yang layak, bersih, dan nyaman bagi jamaah maupun pengunjung.


