Bogor | Gardapelitanews - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengungkapkan bahwa jumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan, baik di jenjang SD maupun SMP, masih tergolong tinggi di wilayah Kabupaten Bogor. Hal tersebut disampaikannya pada Minggu (1/2/2026).
Sastra menegaskan, bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto.
Penuntasan masalah infrastruktur pendidikan tersebut akan terus diprioritaskan dalam program kerja daerah.
”Kami melihat masih banyak sekolah yang belum layak. Saya rasa terkait sektor pendidikan, Bupati Rudy Susmanto akan terus menjadikannya fokus utama, di samping sektor kesehatan dan infrastruktur,” ujar Sastra kepada PAKAR.
Ia berharap, komitmen Pemkab Bogor dalam menangani kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas pendidikan secara merata.
Sastra juga menyebutkan bahwa Bupati telah berkoordinasi dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat penyelesaian kendala di dunia pendidikan.
”Kita ingin pendidikan hari ini merata. Pak Bupati dalam beberapa bulan terakhir telah mengundang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk berdiskusi mengenai percepatan penyelesaian masalah pendidikan di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Namun, Sastra juga mengingatkan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
Menurutnya, skema gotong royong diperlukan agar pembangunan tetap berjalan seimbang di sektor lainnya.
”Dengan kondisi keuangan daerah, kita harus bergerak bertahap. Jika anggaran hanya difokuskan pada infrastruktur sekolah secara total, kepentingan masyarakat di sektor lain dikhawatirkan tidak terakomodasi,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengakui, bahwa luas wilayah yang mencakup 40 kecamatan dan 435 desa/kelurahan menjadi tantangan besar dalam percepatan renovasi sekolah.
Meskipun di tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jaro Ade telah banyak kemajuan, ia mengakui pembenahan fasilitas belum sepenuhnya tuntas.
”Kami memohon dukungan masyarakat karena proses ini membutuhkan waktu. Dengan cakupan wilayah yang sangat luas, kami tetap berkomitmen memperbaiki infrastruktur sekolah, baik yang berkategori rusak berat, sedang, maupun ringan,” pungkas Rudy. ( Samsudin)


