• Jelajahi

    Copyright © GARDA PELITA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RunningTeks

    LogoInti

    Lagi-lagi MBG Loji Disorot, Wali Murid SDN Cisalada 01 Keluhkan Menu Tak Sesuai Anggaran

    Admin GPN
    Selasa, 24.2.26 WIB Last Updated 2026-02-24T07:13:28Z


    Gardapelitanews. Site | Bogor – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Sejumlah orang tua wali murid di SDN Cisalada 1 mengeluhkan kualitas makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan pemerintah, Selasa (24/2/2026).


    Program MBG di wilayah Kampung Loji diketahui dipasok oleh dapur MBG yang berlokasi di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, para orang tua penerima manfaat menilai menu yang diberikan jauh dari standar makanan bergizi sebagaimana tujuan program.


    “Bukan rahasia publik dana yang digelontorkan Rp 15 ribu per penerima manfaat. Tapi kenyataannya di lapangan tidak sesuai. Paling hanya kisaran Rp 5 ribu,” ujar salah satu wali murid berinisial Sri, orang tua siswa di SDN Cisalada 1.


    Menurutnya, menu yang diberikan lebih menyerupai jajanan warung sederhana yang dikemas ulang, bukan makanan bergizi lengkap sesuai standar program. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena tujuan utama MBG adalah meningkatkan asupan gizi anak sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar.


    Para orang tua meminta adanya transparansi dari pihak pengelola dapur MBG Kampung Loji terkait penggunaan anggaran. Mereka juga mendesak instansi terkait di Kecamatan Cigombong dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.


    “Hal ini harus disikapi dengan serius dan harus dilaporkan agar ada perbaikan,” tambahnya.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur MBG Kampung Loji di Desa Pasir Jaya maupun dari instansi terkait lainnya.


    Program MBG sendiri bertujuan membantu pemenuhan gizi siswa sekolah dasar, khususnya di wilayah yang membutuhkan. Namun, jika pengelolaan anggaran tidak sesuai dengan peruntukannya, tujuan program tersebut dikhawatirkan tidak akan tercapai secara maksimal.


    Para orang tua berharap pemerintah daerah segera melakukan pengawasan ketat agar dana Rp 15 ribu per siswa benar-benar diwujudkan dalam bentuk makanan bergizi dan layak konsumsi, bukan sekadar formalitas program.

    Terkini

    HUKUM

    +