Gardapelitanews.site II Ngawi – Pemerintah Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Agroekonomi dengan materi pembuatan keripik tempe tapioka ,bertempat di Balai Desa Campurasri, Senin, (11/5/2026). Acara ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari kader PKK, kader kesehatan, serta para pelaku UMKM Desa Campurasri yang berharap dapat menambah wawasan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh narasumber yang kompeten, yaitu Nurul Fauziah (Owner Buk'e Zifi), selaku pelaku UMKM produsen keripik tempe tapioka dari Desa Campurasri. Turut hadir dan mendampingi kegiatan Sriningsih selaku Ketua TP PKK Desa Campurasri, serta hadir juga Sunarto,selaku Kepala Desa Campurasri Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi. Kehadiran narasumber dan pejabat terkait menjadi nilai tambah bagi kelancaran dan kualitas pelatihan yang diberikan.
Kepala Desa Campurasri, Sunarto menjelaskan tujuan utama diadakannya kegiatan ini sebagai upaya pengembangan makanan khas Ngawi yang menjadi primadona. "Kami mengadakan pelatihan ini dengan tujuan untuk mengolah bahan pangan lokal yang menjadi ciri khas daerah, khususnya keripik tempe tapioka, agar semakin dikenal dan diminati masyarakat luas. Produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi kuliner unggulan khas Ngawi yang bisa diandalkan sebagai sumber pendapatan warga," ujarnya.
Lebih lanjut, Sunarto menyampaikan muatan dan manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini. "Muatan yang diajarkan tidak hanya sekadar cara mengolah, tetapi juga mencakup pemilihan bahan baku yang berkualitas, teknik pembuatan yang tepat agar hasilnya renyah dan tahan lama, penentuan rasa yang disukai pasar, hingga cara pengemasan yang menarik dan bernilai jual tinggi. Manfaat utamanya adalah warga mendapatkan keterampilan baru yang bisa dijadikan usaha mandiri dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga, serta menjadikan keripik tempe tapioka sebagai ikon kuliner khas Ngawi yang mendunia," tambahnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta diajarkan mulai dari tahap persiapan bahan, pencampuran adonan, proses penggorengan hingga penyajian dan pengemasan produk yang rapi dan menarik. Para peserta terlihat sangat antusias bertanya dan mempraktikkan langsung apa yang diajarkan oleh narasumber, demi memastikan mereka benar-benar menguasai teknik pembuatannya dengan baik.
Pemerintah Desa Campurasri berharap pelatihan ini dapat menjadi awal yang baik bagi warga untuk mengembangkan produk kuliner khas daerah. Dengan adanya keripik tempe tapioka ini, diharapkan kesejahteraan warga Desa Campurasri dapat terus meningkat dan produk ini semakin dikenal sebagai makanan primadona dari Kabupaten Ngawi.( ARIS.B)



