Gardapelitanews.site II Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar rangkaian acara sakral Jamasan dan Kirab Pusaka di Gedung Pendopo Widya Graha,Sabtu Pahing (4 juli 2026). Kegiatan dimulai tepat pukul 19.30 WIB dan menjadi bagian penting dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Ngawi yang ke-668 tahun.
Jamasan pusaka adalah prosesi penyucian dan perawatan benda-benda bersejarah milik daerah secara tradisional. Proses ini dilakukan dengan penuh khidmat menggunakan air kembang dan perlengkapan adat, bertujuan untuk menjaga keaslian, kebersihan, serta makna luhur yang terkandung di dalam setiap pusaka tersebut.
Sementara itu, Kirab Pusaka merupakan arak-arakan penghormatan dan pengelilingan pusaka ke sejumlah titik strategis di pusat kota. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus pengingat bagi seluruh masyarakat akan sejarah perjuangan dan jati diri Kabupaten Ngawi.
Beberapa pusaka utama yang dikirabkan dan dijaga dengan sepenuh hati antara lain Tombak Kyai Singkir, Tombak Kyai Songgo Langit, serta Songsong Agung Tunggul Wulung dan Tunggul Warono. Benda-benda ini dianggap sebagai lambang kedaulatan, perlindungan, dan kesejahteraan daerah yang diwariskan secara turun-temurun dari para pendahulu.
Hubungannya dengan budaya masyarakat Ngawi, tradisi ini menjadi ikatan persatuan yang memperkuat identitas daerah. Melalui jamasan dan kirab, nilai-nilai luhur seperti kesetiaan, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap daerah terus dipelihara agar tidak luntur seiring perkembangan zaman.
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk melestarikan warisan budaya tak benda, menanamkan rasa cinta tanah air dan sejarah kepada generasi muda, serta memohon doa restu agar Kabupaten Ngawi senantiasa diberi kemajuan, keamanan, dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Setelah prosesi jamasan selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan kirab pusaka yang mengelilingi pusat Kota Ngawi. Rute dimulai dari Pendopo Widya Graha, menuju Alun-alun Ngawi, melewati depan Kantor Pos, kemudian ke arah barat melintasi Jalan Imam Bonjol, Jalan Ronggowarsito, Jalan Dokter Sutomo, Jalan Sultan Agung, hingga kembali dan berakhir di titik awal Pendopo Widya Graha.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono beserta Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta seluruh Camat se-Kabupaten Ngawi,juga dihadiri pula oleh Paguyuban Kawula Kraton Surakarta (PAKASA) Ngawi,dengan Pangarsa Umum :Dr KRT Dwi Rianto Jatmiko MH,MSI dan Pangarsa Harian : KRT Suyono Sastrorejo. Kehadiran tokoh daerah ini menandakan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi yang menjadi kebanggaan bersama.
Selama perjalanan kirab, suasana terasa khidmat namun meriah. Masyarakat dari berbagai lapisan antusias menyaksikan dan menyambut iring-iringan pusaka, menunjukkan rasa hormat serta keinginan bersama untuk terus menjaga kelestarian budaya yang telah menjadi ciri khas Kabupaten Ngawi.(ARIS.B)



