• Jelajahi

    Copyright © GARDA PELITA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RunningTeks

    LogoInti

    "Subuh Bergerak Geneng Bersatu,Penuh Berkah dan Santunan"

    Admin GPN
    Selasa, 2.6.26 WIB Last Updated 2026-06-02T12:19:46Z


    Gardapelitanews.site II Ngawi – Semangat keagamaan dan kepedulian sosial menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren Kalijogo, Desa Keniten, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, pada dini hari. Pemerintah Desa Keniten sukses menggelar kegiatan besar bertajuk Subuh Bergerak dan Santunan Anak Yatim. Kegiatan ini digelar dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan, sekaligus mengusung tema persatuan “Geneng Bersatu” sebagai landasan utama kebersamaan seluruh elemen masyarakat,Selasa(2/6/2026).

     

    Kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan dan spiritual ini mendapatkan perhatian dan dukungan tinggi dari unsur pimpinan wilayah. Secara khusus, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Geneng beserta jajaran Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), yang meliputi Kapolsek Geneng, Danramil Geneng, Kepala KUA, Kepala UPTD Pendidikan, serta para kepala dinas/instansi tingkat kecamatan. Turut hadir pula Ketua BPD Desa Keniten, seluruh perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus Pondok Pesantren Kalijogo, para donatur, ratusan warga, serta puluhan anak yatim yang menjadi penerima manfaat santunan.

     

    Apa itu Subuh Bergerak dan Santunan Anak Yatim? Kegiatan ini merupakan program kolaborasi keagamaan dan sosial yang menggabungkan ibadah Shalat Subuh berjamaah, zikir, doa bersama, tausiyah, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Disebut “Bergerak” karena pelaksanaannya selalu berpindah tempat ke berbagai titik strategis atau lembaga di wilayah desa, kali ini berpusat di Ponpes Kalijogo, dengan tujuan mendekatkan pemerintah kepada rakyat, menghidupkan tempat ibadah, serta menanamkan nilai berbagi dan peduli sesama sejak pagi hari.

     


    Pelaksanaan kegiatan ini membawa manfaat luar besar, baik secara rohani, sosial, maupun kemanusiaan. Secara rohani, kegiatan ini melatih kedisiplinan bangun pagi, menjaga kemurnian iman, dan meningkatkan kualitas ibadah umat. Secara sosial, menjadi wadah pemersatu yang mempererat tali silaturahmi antarinstansi, pemerintah, dan warga. Sedangkan aspek santunan melatih jiwa kepedulian, berbagi rezeki, menghapus kesenjangan, dan memastikan anak-anak yatim tetap mendapatkan kasih sayang serta perhatian dari lingkungan masyarakat luas.

     

    Dalam sambutannya, Kepala Desa Keniten,  Mujiono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Camat, Muspika, dan seluruh warga yang telah meramaikan kegiatan bertema “Geneng Bersatu” ini. Menurutnya, tema ini memiliki makna mendalam: seluruh warga, pemerintah, dan aparat harus bersatu hati, bersatu rasa, dan bersatu tekad, tanpa sekat, untuk membangun Kecamatan Geneng yang semakin kokoh dan solid.

     

    “Harapan kami ke depan, semangat kebersamaan dan kepedulian yang kita rasakan pagi ini tidak hanya berhenti di acara, tapi menjadi budaya sehari-hari. Semoga semboyan ‘Geneng Bersatu’ selalu hidup di hati kita, menjadikan kita semakin kompak bekerja, saling bantu, dan saling menguatkan. Semoga dengan kegiatan ini, Desa Keniten khususnya, dan Kecamatan Geneng umumnya, menjadi wilayah yang maju, aman, damai, sejahtera, penuh kasih sayang, dan senantiasa diberkahi oleh Allah SWT,” tegas Mujiono di hadapan seluruh hadirin.(ARIS.B)

    Terkini

    HUKUM

    +