Gardapelitanews.site II Ngawi – Kabar menggembirakan bagi masyarakat Kabupaten Ngawi, rencana revitalisasi dan pengembangan Pasar Beran kini memasuki tahap krusial dan semakin pasti realisasinya. Mengucurkan anggaran raksasa senilai Rp10 Miliar bersumber dari Dana Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, proyek strategis ini dikelola penuh oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi, guna mewujudkan pusat perekonomian baru yang modern, tertata, dan maju,Selasa(26/5/2026).
Berdasarkan data dan informasi rinci yang dihimpun, proses persiapan pembangunan ini sebenarnya sudah mulai digulirkan sejak Januari 2026 lalu. Kini, menginjak pertengahan tahun tepatnya di bulan Mei 2026, progres pekerjaan administrasi dan teknis sudah mencapai tahap Penilaian Aset dan Bongkaran. Tahap ini menjadi langkah vital sebelum selanjutnya seluruh dokumen dan berkas teknis akan diajukan resmi ke Balai Lelang Negara.
Masuk bulan Juni 2026, rangkaian kegiatan akan memasuki babak penentuan kontraktor pelaksana melalui proses Lelang Pengadaan. Mulai dari tahap persiapan lelang, pelaksanaan, hingga penetapan pemenang lelang akan berjalan di bulan tersebut. Segera setelah pemenang ditetapkan, pelaksanaan pembangunan fisik dijadwalkan resmi dimulai pada pertengahan bulan Juli 2026. Adapun estimasi waktu pengerjaan keseluruhan direncanakan berlangsung selama 150 Hari Kerja hingga tuntas serah terima.
Kepala Bidang TKSP Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja( DPPTK) Kabupaten Ngawi, Yunika Nur,memaparkan secara lengkap konsep dan detail pembangunan pasar yang menjadi kebanggaan warga Ngawi ini. Nantinya, pembangunan pasar model baru ini akan dibangun dengan konsep Satu Atap, dikhususkan sebagai Pasar Kering.
Secara lokasi, bangunan baru pasar ini tidak dibangun di tempat lama, melainkan akan didirikan di sebelah Utara Pasar Beran, tepatnya di lahan bekas Rumah Dinas Wakil Bupati Ngawi.Karena masuk dalam area pengembangan Pasar Beran,dan secara aksisting, nantinya akan terhubung dengan pasar Beran yang sekarang,"ungkapnya.
“Disebut sebagai pasar kering, artinya kegiatan ini bukan sekadar renovasi perbaikan bangunan saja, melainkan merupakan Pengembangan Pasar. Kita memperluas, membangun fasilitas baru dengan desain modern dan tertata rapi, fokus pada perdagangan barang kering, kebutuhan pokok, dan aneka dagangan lainnya,” tegas Yunika Nur.
Dalam pembangunan tahap awal ini, direncanakan akan dibangun sebanyak 60 Unit Kios Permanen Modern. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pedagang, mengingat saat ini jumlah pedagang aktif yang terdata di Pasar Beran mencapai 54 Pedagang, sehingga ke depannya masih tersedia ruang yang cukup untuk pertumbuhan pedagang baru.
Lebih jauh Kabid TKSP ,Yunika Nur menjelaskan, kehadiran revitalisasi Pasar Beran dengan nilai investasi 10 Miliar Rupiah ini bukan hanya sekadar membangun gedung, melainkan memiliki empat pilar besar tujuan dan harapan strategis bagi kemajuan Kabupaten Ngawi:
Pertama, melalui revitalisasi ini diharapkan terjadi Peningkatan Perekonomian Masyarakat secara signifikan. Dengan fasilitas yang nyaman, bersih, dan memadai, aktivitas jual beli akan semakin hidup dan berputar cepat.
Kedua, memposisikan Pasar Beran sebagai Pasar Penghubung (Sentra Distribusi). Secara geografis, pasar ini nantinya akan menjadi simpul vital yang menghubungkan jalur lintas daerah, menjadikan Ngawi sebagai pusat arus barang dan perdagangan antar wilayah.
Ketiga, menjadi motor penggerak utama dan wadah penguatan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasar ini akan menjadi etalase terbesar bagi produk-produk unggulan warga Ngawi untuk dipasarkan secara luas.
Keempat, secara otomatis akan berdampak pada Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pasar. Pasar yang tertib, aman, dan modern akan meningkatkan kepatuhan serta nilai ekonomi aset daerah, yang pada akhirnya kembali digunakan untuk pembangunan Kabupaten Ngawi.
“Kita semua paham betul, bahwa Pasar adalah Soko Guru atau Tiang Utama Perekonomian Rakyat. Kalau pasarnya maju, tertata, dan hidup, maka ekonomi daerahnya pasti kuat dan sejahtera. Dana sebesar 10 Miliar dari Provinsi ini kami kelola dengan sangat hati-hati, transparan, dan akuntabel demi mewujudkan mimpi besar tersebut,” pungkas Yunika Nur.
Masyarakat dan para pedagang kini tinggal menunggu proses lelang di bulan Juni dan dimulainya pembangunan fisik pertengahan Juli nanti, menanti lahirnya wajah baru Pasar Beran yang megah, nyaman, dan menjadi kebanggaan seluruh warga Ngawi.(ARIS.B)



