• Jelajahi

    Copyright © GARDA PELITA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    RunningTeks

    LogoInti

    GEMPARA : Terobosan Emas Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi,Wujudkan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Sejahtera"

    Admin GPN
    Rabu, 27.5.26 WIB Last Updated 2026-05-27T13:11:47Z


    Gardapelitanews.site II Ngawi - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi terus berinovasi dengan menghadirkan terobosan melalui program strategis berbasis integrasi sektor peternakan,perikanan dan pertanian dalam mewujudkan  kemandirian pangan berskala rumah tangga secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Ngawi melalui unggulan program bernama GEMPARA atau Gerakan Mandiri Pangan Keluarga. Program ini digagas secara khusus sebagai langkah nyata pemerintah untuk mencapai pemenuhan gizi keluarga melalui peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan pangan yang beragam,bergizi seimbang dan aman.Penyediaan pangan mandiri yang bersumber dari komoditas  botani maupun hewani ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting di daerah.Disamping itu gerakan ini berfungsi sebagai kegiatan pengendalian inflasi daerah melalui budidaya komoditas pangan secara mandiri yang kerap menjadi penyumbang utama fluktuasi  harga di pasar.Melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan,program Gempara Melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan,program Gempara tidak hanya ditargetkan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan menyediakan produk pangan yang berorientasi pasar,melainkan juga untuk mewujudkan sistem pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.Hal tersebut dicapai melalui penerapan prinsip Zero waste( Reduce,Reuse,dan Recycle) dalam pengolahan sisa limbah pekarangan dan rumah tangga menjadi input organik yang efektif untuk  menyuburkan tanah sekaigus mengendalikan hama tanaman,Selasa(26/5/2026).


    Selanjutnya Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi menerangkan,bahwasanya Sebagai sebuah regulasi dan gerakan terpadu,implementasi inovasi GEMPARA secara kokoh berpijak pada keselarasan arah kebijakan pembangunan,baik ditingkat nasional maupun daerah ,yang meliputi :1.keselarasan dengan Asta Cita Presiden RI ( point kedua) guna memantabkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,air,ekonomi kreatif,ekonomi hijau dan ekonomi biru,2.keselarasan dengan visi Kabupaten Ngawi yaitu terwujudnya lumbung pangan nasional yang maju ,mandiri dan berkelanjutan menuju masyarakat Kabupaten Ngawi sejahtera,berakhlak dengan semangat gotong - royong . 3.Keselarasan dengan visi kabupaten Ngawi(point kedua): untuk meningkatkan produktivitas ekonomi melalui diversifikasi pertanian,industrialisasi dan penguatan sektor- sektor ekonomi dalam penciptaan lapangan pekerjaan.


    Terkait konsep integrasi dan tata letaknya,sistem GEMPARA ini mengedepankan siklus tertutup( close- loop system) yang mengharmonisasikan tiga komponen utama,meliputi: 1. komponen ayam yang bertindak sebagai penyedia protein(telur/ daging),adapun limbah padat diolah menjadi pupuk tanaman,sedangkan limbah cair bilasan kandang dialirkan ke kolam ikan,2.komponen ikan (Budilon/ Budikdamber) yang menghasilkan protein ikan,adapun sisa air kolam yang kaya nutrisi digunakan untuk menyiram tanaman sekaligus mempercepat pertumbuhan fitoplankton/ zooplankton.3.Komponen tanaman( sayuran dan bumbu) untuk memenuhi menu dapur mandiri dengan memanfaatkan pupuk organik dari limbah ternak / kolam,sedangkan sisa biomassanya dapat diproses kembali menjadi pakan alternatif ternak / ikan.


    Adapun rekomendasi tata letak ( layout)pekarangan meliputi : 1.Kandang ayam yang ditempatkan di area belakang atau samping pekarangan dengan desain lantai yang mudah dibersihkan,2.Kolam ikan diposisikan berdekatan dengan area tanaman untuk efisiensi penyaluran limbah cair.3.Area tanaman yang ditata mengelilingi kolam dan kandang guna memaksimalkan sisa ruang pekarangan secara optimal .



    Selain itu juga,budidaya dan perikanan lahan sempit,melalui : 1.Budikdamber dan Budilon,dimana inovasi ini ditujukan sebagai solusi praktis ketahanan pangan di lahan terbatas,hemat biaya sekaligus menekan volume sampah plastik dengan memanfaatkan galon/ ember bekas.adapun jenis ikan yang direkomendasikan adalah spesies yang memiliki organ pernafasan tambahan( labirin),seperti lele,gurami dan gabus.2. Perbandingan kinerja( performance)komoditas ayam petelur,sebagai acuan pemilihan bibit dalam program pemberdayaan.Berikut adalah data komparasi performa tiga jenis ayam petelur(ayam KUB,ayam kampung lokal dan ayam ras petelur,dari mulai bertelur 20-22 Minggu,25-28 Minggu serta 18-20 Minggu,untuk produksi puncak : 50-65%,30%-40% dan 85%-95%,sedangkan produksi telur/ tahun,160-180 butir,280-300 butir,lanjut berat  telur rata-rata :40-45 gram,35-40 gram, dan 55- 65 gram.


    Konversi pakan (FCR): 3.5-4, 0 lebih tinggi ( kurang efisien),2,0- 2,5.Sebagai catatan bahwa  ayam KUB( Kampung Unggul Balitbangtan)direkomendasikan karena memadukan keunggulan produksi tinggi dengan daya tahan tubuh ayam kampung lokal.


    Manajemen limbah dan pembuatan pakan mandiri( Zero Waste) dengan membudidayakan Maggot Black Soldier Fly(BSF), sebagai agen biokonversi,larva BSF digunakan untuk menguraikan sampah organik rumah tangga menjadi material bernutrisi tinggi(kandungan protein 40% - 50% dan lemak 25%-32%).Budidaya ini bernilai ekonomi tinggi  karena tidak memerlukan pasokan listrik maupun bahan   kimia.Adapun tahapan teknis budidaya maggot: a.persiapan,meliputi ,sisa limbah organik dicincang halus untuk mempercepat proses pembusukan ,selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah ember,kemudian di aduk sampai rata,b.tahap awal : media ditutup menggunakan seng bergelombang( akses masuk lalat)kemudian diberikan 3 lembar daun pisang kering diatasnya sebagai media peletakan telur serangga BSF.Wadah ditempatkan pada area terbuka,dan c.pemeliharaan dilakukan selama 3-4 Minggu dengan monitoring berkala setiap 2-4 hari ( tambahkan air jika media mengering).Adapun pemanenan,Maggot dipisahkan dari sisa media budidaya lalu dicuci bersih dengan air.


    Formulasi pembuatan pakan ikan mandiri,merupakan formulasi pakan berskala rumah tangga dengan target 100 kg pakan mandiri( kadar protein 25%) memanfaatkan komposisi bahan baku,diantaranya : Maggot 56 kg,bungkil kelapa 21 kg,dedak poles 48 kg serta tepung tapioka 5 kg.Proses produksinya dengan penimbangan bahan baku - pencampuran hingga homogen-pencetakan pelet-pengeringan hingga pengemasan pakan.

     pemberdayaan masyarakat dalam program GEMPARA ditempatkan sebagai intervensi hulu ke hilir yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas,kapabilitas serta kemandirian individu maupun kelompok baik secara sosial 

    maupun ekonomi.Melalui penguatan kelembagaan ini,masyarakat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan panganya sendiri,melainkan juga memiliki ketahanan ekonomi mandiri yang bermuara pada peningkatan pendapatan riil rumah tangga.Untuk menjamin keberlanjutan roda ekonomi program,berikut tiga pilar utama strategi pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di lokasi kegiatan GEMPARA: 1. Pembentukan Kelompok Usaha Bersama( KUB) pengolahan sampah organik,karena ,a. KUB merupakan lembaga yang dibentuk disetiap lokasi kegiatan GEMPARA,wadah ini berfungsi menampung,mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh hasi usaha skala rumah tangga agar dapat dikelola secara kolektif,produktif dan efisien,b.KUB diproyeksikan sebagai pusat pengelolaan siklus Zero Waste di lingkungan warga.Adapun aktivitas utama kelompok ini meliputi pengumpulan sampah organik rumah tangga dan sisa hasil panen untuk dijadikan media utama dalam budidaya Maggot BSF .Dengan manajemen satu pintu,produksi pakan ikan mandiri berbahan baku Maggot dapat dipasok secara berkelanjutan guna menekan biaya produksi anggotanya.2.Pendirian Bank sayur dan Bank protein,fungsinya :a.sebagai unit logistik penampungan pasokan(Supply Chain)hasil pekarangan warga. Anggota masyarakat yang memiliki kelebihan produksi( Surplus) komoditas botani( sayuran,cabai,bumbu dapur) maupun hewani( telur).b.Keberadaan Bank sayur dan Bank protein akan memutus ketergantungan warga terhadap tengkulak perorangan,menjaga kestabilan harga produk di tingkat lokal,sekaligus memastikan ketersediaan pangan bergizi seimbang yang selalu mudah diakses oleh seluruh warga dalam rangka penanganan stunting.3.Managemen pemasaran bersama ,meliputi : a.komoditas yang diproduksi melalui pekarangan GEMPARA,diakomodasi untuk dipasarkan secara kolektif dengan berorientasi pada kebutuhan pasar yang riil.b.Melalui KUB ,hasil panen yang telah terkumpul dan terstandarisasi di Bank sayur/ protein akan dijual dalam skala volume yang lebih besar.Langkah ini meningkatkan nilai tawar ekonomis produk Dimata pengepul besar,pasar tradisional maupun swalayan.Manajenen satu pintu ini jiga membuka peluang diversifikasi usaha,seperti pengolahan produk pasca panen agar memiliki nilai jual yang lebih kompetitif.Strategi pemberdayaan ini memastikan bahwa inovasi GEMPARA tidak berhenti pada pemenuhan isi dapur masyarakat semata ,melainkan berevolusi menjadi ekosistem ekonomi sirkular yang produktif dan bernilai ekonomis tinggi bagi Kabupaten Ngawi.( ARIS.B)

    Terkini

    HUKUM

    +