Bogor | Gardapelitanews.site - Program Makan Bergizi (MBG) adalah program presiden Prabowo Subianto ( RI 1) Program ini ditujukan untuk anak sekolah (PAUD-SMA), pesantren, ibu hamil, dan balita, dengan tujuan mengatasi stunting, meningkatkan kualitas SDM, serta menggerakkan ekonomi, Namun Seiring Realisasi Program MBG ini, yang dijalankan melalui dapur SPPG di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Jawa Barat, menuai sorotan dari sejumlah orang tua wali murid SMP 02 Cigombong.Jumat (26/2/2026)
Program yang di banggakan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak. Prabowo Subianto, Realisasinya banyak menuai polemik dari setiap Dapur SPPG di jawa Barat salah satunya Dapur SPPG Desa Ciburuy dari menu yang di sajikan asal asalan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah di turunkan dan ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp.15.000 per porsi.
Bila setiap satu porsinya Rp. 15.000 per murid, maka bila mereka menilai atau di hitung dari jenis dan porsi makanan yang di Terima siswa, nilai riilnya diperkirakan hanya berkisar Rp. 7.000, lalu kemana sisa Rp. 8000 dari per porsi Rp. 15.000 per murid???
Sudah jelas dalam hitungan menu makanan penerima manfaat dan anggaran setiap per porsi Rp. 15.000 per murid
Diduga Dapur SPPG yang berlokasi di Desa Ciburuy tersebut diketahui baru beroperasi beberapa bulan terakhir sudah mengantongi Rp. 8000 dari hasil. Petikan setiap murid dari menu yang disajikan.
Namun dalam perjalanannya, muncul kekecewaan dari para orang tua terkait kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan kepada para siswa.
“Dengan anggaran Rp15 ribu per anak, seharusnya menu yang diberikan memenuhi standar gizi dan layak dikonsumsi. Tapi kenyataannya jauh dari harapan,” ujar salah satu wali murid berinisial P.L.
Para orang tua menilai, apabila kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan pengelolaan dapur SPPG akan berjalan tanpa pengawasan yang ketat dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Kami berharap kepada bapak Presiden Republik Indonesia yang mempunyai Program Unggulan " Makan Bergizi" ini, agar program makan bergizi ini jangan di jadikan ajang Bisnis dan bagi badan bergizi nasional pusat, pihak dinas terkait, semoga terbuka mata dan hati terkait program Presiden ini.
“Kepada siapa lagi kami harus mengadu kalau bukan kepada pemerintah setempat maupun aparat yang berwenang. Ini bukan hanya soal anak-anak kami, tapi juga menyangkut anggaran negara,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG Desa Ciburuy maupun dari pemerintah setempat terkait keluhan tersebut.


